Tampilkan postingan dengan label Manajemen Jaringan dan Server. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Jaringan dan Server. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Data Link Layer

08.27 Posted by Kadek Meliantari No comments
Nama/NIM: Kadek Meliantari/1404505081

Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi: Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana

Mata Kuliah: Manajemen Jaringan dan Server

Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.



Data Link Layer

Definisi
Data link layer merupakan salah satu dari dua lapisan bawah pada pemodelan layer jaringan komputer. Pada data link layer komunikasi dan proses yang terjadi sangat erat kaitannya dengan node dan link.

Mengenal Node dan Link
Dua buah entitas pada data link layer yang menjadi pembentuk utama dalam sebuah jaringan komputer, adalah :
1. Node
Node merupakan dua buah host dan router pada jaringan komputer yang saling terhubung satu sama lain yang terjadi akibat proses komunikasi maupun pertukaran data yang terjadi antara komputer beserta dengan router yang merutekan paket data dari komputer pengirim ke penerima.
2. Link
Link merupakan sebuah media dalam jaringan komputer sebagai tempat terhubungnya komputer dengan router(node). Link dapat berupa kabel jaringan maupun sinyal dan gelombang. Pada data link terdapat dua jenis link berdasarkan keterhubungan di dalamnya, yaitu:
a. Point to Point Link
Merupakan link yang didedikasiakn untuk dua buah perangkat yang terhubung pada jaringan komputer. Perangkat ini dapat berupa komputer desktop, komputer jinjing, smartphone, tablet, handphone dan lainnya. Contoh dari point to point link yaitu sebuah komputer dengan netbook malalui kabel jaringan atau wireless, sebuah komputer dengan smartphone melalui koneksi bluetooth dan komunikasi antar dua orang melalui telepon atau handphone.
b. Broadcast Link
Merupakan link yang didedikasikan untuk dibagikan ke semua pasangan pada semua perangkat yang terhubung ke dalam jaringan komputer tersebut. Sistem broadcast menjadikan semua perangkat yang terhubung di dalamnya dapat menerima file yang dibagikan secara serentak. Contoh dari broadcast link yaitu pesan serentak ke semua pengguna komputer dalam sebuah layanan chatting, SMS yang dikirm oleh satu orang ke semua penerima dalam satu daftar dan file digital yang dibagikan ke lima buah smartphone.

Hubungan Antara Node dan Link
Hubungan antara node dengan link akan membentuk sebuah jaringan komputer sederhana. Demikian juga dalam sebuah jaringan komputer akan terdapat banyak nod dan link.

Sub Layer pada Data Link Layer
Data link layer dibagi menjadi dua buah sub layer dengan tujuan untuk memudahkan di dalam mempelajari dan memahami tentang fungsi dan layanan yang disediakan oleh data link layer, yaitu:
1. Data Link Control (DLC)
Merupakan sub layer yang berfungsi untuk menangani komunikasi dan prosedur dengan menggunakan Node to Node Communication. DLC memimilki tiga buah fungsi, yaitu:
a. Framing
Pada data link layer, framing berfungsi untuk memisahkan message dari satu komputer pengirim (resource) ke komputer tujuan (destination) dengan menambahkan sebuah Sender Address (alamat pengirim) dan Destination Address (alamt tujuan).
b. Flow Control dan Error Control
Flow control merupakan kontrol kendali terhadap aliran paket data di dalam jaringan komputer sebelum menerima acknowlegment. Sedangkan error control merupakan kontrol kendali terhadap adanya kesalahan selama proses transmisi paket data. Keduanya berperan dalam mendeteksi dan mengendalikan adanya kesalahan di dalam pengiriman dan penerimaan paket data serta aliran paket data di dalam jaringan komputer sehingga mewujudkan kehandalan (reliability) dalam jaringan komputer itu sendiri.
c. Error Detection dan Error Correction
Error detection berfungsi untuk mendeteksi adanya kesalahan yang terjadi di dalam proses transmisi paket data pada jaringan komputer. Selanjutmya, error correction berfungsi mengoreksi adanya kesalahan yang terjadi dalam jaringan komputer untuk selanjutnya mengkoordinasikan komputer pengririm agar bersedia mengirim ulang (resend) paket data yang mengalami kesalahan.

2. Media Access Control (MAC)
Media Access Control (MAC) dengan standarisasi dari IEEE Project 802 merupakan sub layer yang mendefinisikan spesifik metode akses untuk setiap jaringan lokal (intranet). MAC berhubungan dengan pengalamatan secara fisik pada komputer di dalam jaringan (MAC Address). Pada tahap ini terdapat peranan dari protokol ARP (Address Resolution Protocol) yang membantu memetakan alamat fisik ke alamat dalam jaringan komputer.

Pengalamatan pada Data Link Layer
Di dalam jaringan komputer terdapat dua buah pengalamatan yang diberikan kepada semua komputer dan perangkat yang terhubung, yaitu:
1. Pengalamatan fisik dan pengalamatan jaringan
Untuk proses pengiriman paket data dari komputer pengirim ke komputer tujuan perlu adanya informasi yang tidak hanya memuat alamat IP Address namun juga alamat fisik yang bersumber dari perangkat keras yang terhubung. Ini disebabkan karena alamat  IP Address tidak permanen yang nantinya dapat menyulitkan bagi komputer pengirim dalam mengirimkan paket data.
a. Peranan media access control (MAC)
Alamat fisik pada jaringan komputer yang tercantum pada pads perangkat keras yang terhubung memanfaatkan MAC sehingga disebut MAC Address. MAC Address banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan keamanan dan privasi para pengguna di dalamnya. MAC memiliki empat teknik terkait transmisi sinyal yaitu CSMA CA (Carrier Sense Multiple Access/Collision Avoidance) yang digunakan pada jaringan wireless dengan spesifikasi IEEE 802.3 dan IEEE 802.11, CSMA CD (Carrier Sense Multiple Access Collision Detection) yang digunaka untuk jaringan lokal dengan spesifikasi IEEE 802.3, Token yang digunakan untuk Token Ring dan FDDI (Fiber Distributed Data Interface) dengan spesisikasi IEEE 802.5 dan Priority yang digunakan pada LAN 100 VG dengan spesifikasi 802.12.
b. Peranan address resolution protocol (ARP)
ARP merupakan salah satu protokol yang berfungsi untuk membantu di dalam menterjemahkan alamat jaringan komputer berbasiskan Internet Protocol (IP Address) ke alamat jaringan secara fisik berbasiskan MAC Address. Didalam melakukan komunikasi pada jaringan komputer dan pengenalan terhadap MAC Address maka ARP menggunakan sistem broadcast dan non broadcast. Dalam menjalankan fungsinya ARP memiliki empat buah komponen yaitu ARP Request untuk meminta informasi mengenai komputer mana yang memiliki IP Address yang dimaksud, ARP Reply untuk membantu komputer pengirim mendapat jawaban atas pertanyaan broadcast ke komputer lain, RARP Request sama dengan ARP Requst dan RARP Reply untuk memberikan jawaban.
c. MAC Address dan IP Address
Pada komputer pasti memiliki alamat jaringan berupa IP Address dan juga terdapat alamat fisik yang disediakan oleh vendor. Maka terjadolah pencocokan antara MAC Address dan IP Address dari masing-masing komputer ke sebuah tabel bernama tabel routing.

Mengenal Wired LAN dan Ethernet Protocol
Pada data link layer terdapat dua teknik untuk transmisi paket data antara lain:
1. VLAN (Virtual LAN)
VLAN merupakan sebuah jaringan lokal yang dikonfigurasikan secara virutal menggunakan software untuk menyatukan sejumlah jaringan lokal fisik untuk membentuk koneksi logik. Adapun keuntungan yang ditawarkan VLAN adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan komputer, meningkatkan performansi, meningkatkan keamanan sistem, menghemat biaya, membantu proses broadcat, memebantu manajemen perangkat lunak.
2. SONET (Syncrhronous Optical Network)
SONET merupakan sebuah hirarki dalam jaringan komputer yang berkaitan dengan level-level pensinyalan digital berupa STS (Signaling Transport Signals). SONET memiliki empat buah perangkat utama di dalamnya yaitu: STS (Synchronous Transport Signal) Multiplexer Demultiplexer untuk membantu menandai poin awal dan poin akhir dari link yang dimiliki SONET, Termial untuk menjalankan layanan pada SONET, Multiplexer Dropper Adder untuk memudahkan dalam proses penambahan dan sinyal, Regenerator untuk melakukan regenerasi penambahan panjang link.
3. ATM (Ansyncrhronous Transfer Mode)
ATM merupakan salah satu protokol dalam jaringan komputer yang memiliki sejumlah sel di dalamnya. Pada ATM dilakukan penggabungan dari semua keuntungan yang diberikan Circut Switthcing dan Paket Switching. Kelebihan tersebut berupa delay dari proses transmisi bersifat konstan, efisiensi serta kapasitas yang leih baik dan konstan. Dalam ATM terdapat emapt buah sel yaitu: Assigned Cell yang menyediakan layanan kepada aplikasi dalam ATM Layer, Unassigned Cell yang tidak menyediakan layanan kepada aplikasi, Valid Cell yang tidak memiliki error dan Iddle Cell untuk menangani Cell Flow Rate.

Hubungan Data Link Layer dengan Cloud Computing
Pemodelan Data Link Layer merupakan salah satu pemodelan layer yang dimanfaatkan dalam layanan Cloud Computing. Data Link Layer tersusun atas dua komponen utama yaitu Node dan Link dimana Node merupakan dua buah host dan router yang saling terhubung dalam jaringan internet sedangkan Link merupakan media dalam jaringan computer sebagai tempat terhubungnya komputer (host) dengan router (node). Seperti yang telah kita ketahui bahwa Cloud Computing merupakan suatu sistem dimana kita dalam melakukan operasi komputasi secara mobile, tanpa terbatas ruang dan waktu. Model Cloud Computing ini menerapkan Data Link Layer sebagai komponen layanannya. Data Link Layer memungkinkan host yang terhubung dengan host lain dapat melakukan operasi apapun yang telah dibentuk dalam sistem sehingga memungkinkan host satu dapat mengendalikan segala aktivitas pada host lain dan tetap terhubung dan tersinkronisasi antara keduanya. Ini menunjukan bahwa Cloud Computing merupakan bentuk pengembangan dari pemodelan layer Data Link Layer.

Hubungan Data Link Layer dengan IOT
Internet of Things (IOT) merupakan suatu bentuk penerapan teknologi yang mumpuni dengan menggunakan perangkat non-komputer bekerja dalam sistem tertentu dan saling terhubung dalam jaringan internet. Data Link Layer diterapkan dalam IOT dengan Node tersusun atas host sebuah perangkat non-komputer dan host komputer serta router. Ini memungkinkan host komputer dapat mengendalikan dan mengoperasikan sistem perangkat non-komputer untuk melakukan fungsi tertentu. Seperti pada smart home, sebuah komputer bertindak sebagai host atau server dan perangkat rumah contohnya pintu yang telah ditambahkan perangkat pendukung sebagai host lain. Dengan dihubungkan oleh media jaringan internet, pengguna dapat menggunakan host komputer untuk mengoperasikan pintu. Ini menunjukkan bahwa IOT menggunakan Data Link Layer sebagai komponen arsitekturnya. 

Hubungan Data Link Layer dengan WSN
Data Link Layer dalam Wireless Sensor Network (WSN), sebuah node dibentuk oleh sebuah host yaitu perangkat yang telah terpasang berbagai node sensor untuk mendapatkan data tertentu dan dikirimkan ke host lain yaitu komputer (server) dengan media penghubung dalam jaringan internet. WSN menggunakan pemodelan Data Link Layer sebagai arsitekturnya pembentuknya. 


Daftar Pustaka


Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2015. Wireless Sensor Network. Bandung: Informatika.
Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.

Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Handbook Jaringan Komputer Teori dan Praktik Berbasiskan Open Source. Bandung: Informatika.

Selasa, 27 Oktober 2015

Network Layer

16.10 Posted by Kadek Meliantari No comments
Nama/NIM: Kadek Meliantari/1404505081

Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi: Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana

Mata Kuliah: Manajemen Jaringan dan Server

Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.



Definisi dan Fungsi
Network Layer disebut juga dengan IP (Internet Protocol) Layer terletak di lapisan ketiga (dari atas) pada  pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan. Network layer mempresentasikan bagaimana memecah paket data dan kemudian disatukan kembali, setelah sebelumnya telah dibungkus (Encapsulation) dan kemudian bungkusan dibuka lagi (Decapsulation). Network Layer juga memiliki tugas menggambarkan alamat komputer pengirim dan komputer penerima pake-paket data.
Tiga Buah Protokol Utama pada Network Layer
  1. Internet Control Massage Protocol (ICMP)
ICMP merupakan protokol di dalam jaringan komputer yang umum digunakan untuk memeriksa dan menampilkan pesan kesalahan pada jaringan
  1. Internet Protocol (IP)
Ip adalah salah satu protokol tertua dan terpenting di dalam jaringan komputer, khususnya pada Network Layer, dengan fungsi pada proses pengalamatan pada jaringan komputer dan pada proses Routing.
  1. Address Resolution Protocol (ARP)
ARP merupakan protokol di dalam jaringan komputer yang bertugas untuk menghubungkan dan memetakan alamat fisik suatu hardware jaringan komputer, misalnya Wireless Card.
Proses Pengalamatan (IP Address)
IPV4 (IP Address versi 4)
IPV4 umum dipakai saat ini, dimana terdiri dari 4 oktet, dimana tiap oktetnya mampu menangani 255 buah komputer di dalamnya. Jadi IPV4 hanya dapat menangani jumlah pengguna maksimal sebanyak 255x255x255x255 atau sama dengan 4.228.250.265 buah komputer.
IPV6 (IP Address versi 6)
IPV6 merupakan versi terbaru dari di dalam pengelamatan jaringan komputer berbasis IP Address, dengan tujuan diciptakan agar memberikan solusi permasalah utama IPV4, yaitu keterbatasan dalam daya tampung pengalamatan.
Net Mask
Net mask didefinisikan sebagai bit biner 1 dan 0 untuk menyaring bagian jaringan yang berbasis IP Address, sehingga hanya host yang tersisa dan ditampilkan.
Subnet Maks
Merupakan 32 bit dari alamat yang membagi sebuah IP Address ke dalam bentuk Network Address atau Host Address. Subnet Mask berada di antara keduanya sehingga memiliki format network-address.subnet-mask.host-address.
Subnetting
Didefinisikan sebagai proses untuk melakukan Subnet pada pengalamatan jaringan berbasis IP Address dengan memudahkan pengelola jaringan kompute di dalam mengalokasikan IP Address untuk tiap ruangan atau gedung sesuai kebutuhan.
CIDR (Classless Inter Domain Routing)
Merupakan sebuah proses sebagai solusi untuk efisiensi di dalam alokasi IP Address yang dilakukan pada pengkelasan yang ada.
Lima Buah Pengkelasan Pada IPV4
Kelas A
Memiliki range atau jangkauan dari 1.0.0.0 sampai 127.255.255.255. dapat membentuk 126 buah jaringan, dimana tiap jaringan dapat manampung 16.777.214 buah komputer (Host) dan perangkat terhubung lainnya di dalam jaringan tersebut.
Kelas B
Memiliki range atau jangkauan dari 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255. dapat membentuk 16.384 buah jaringan, dimana tiap jaringan dapat manampung 65.534 buah komputer (Host) dan perangkat terhubung lainnya di dalamnya. Dimulai dengan oktet bernilai 10.
Kelas C
Memiliki range atau jangkauan dari 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255. dapat membentuk 2.097.152 buah jaringan, dimana tiap jaringan dapat manampung 254 buah komputer  dan perangkat terhubung lainnya di dalamnya. Binary oktet pertama dimulai dengan 110.
Kelas D
Memiliki range atau jangkauan dari 224.0.0.0 sampai 224.0.0.255. digunakan untuk keperluan pengamatan IP Multicast. Binary oktet pertama dimulai dengan 1110.
Kelas E
Memiliki range atau jangkauan dari 240.0.0.0 sampai 225.255.255.255. digunakan untuk keperluan riset saja. Dimana oktet awal pada kelas E memuat nilai 1111.
Routing
Routing merupakan proses untuk menentukan rute terbaik (rute tercepat,terdekat, dan biaya yang lebih sedikit) pada paket data yang ditransmisikan dari pengirim ke komputer tujuan dalam jaringan komputer. Jenis Routing dibedakan menjadi tiga yaitu.
  1. Unicast Routing
Merupakan proses Routing untuk menentukan rute yang dilalui paket data pada Network Layer, yang menkhususkan pada satu komputer pengirim dan satu komputer penerima secara Point to Point.
  1. Multicast Routing.
Merupakan proses Routing yang mengkhuskan pada minimal satu buah komputer pengirim dan lebih dari satu atau banyak komputer penerima (One to Many)
  1. Broadcast Routing.
Proses Routing yang mengkhususkan pada hanya satu komputer pengirim dan banyak komputer penerima.
Network Layer Pada Cloud of IOT
  1. IAAS (Infrastructur As A Service)
Merupakan jenis layanan cloud computing yang lebih menekankan kepada layanan penyediaan sarana jaringan komputer, perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan, processor, serta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi
  1. PAAS (Platform As A Service)
Merupakan jenislayanan pada cloud computing yang menekankan kepada penyediaan platform untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak secara cepat dan mudah. Layanan PAAS umumnya berbentuk web untuk memudahkan pengguna awam dalam mengembangkan aplikasi tanpa perlu merubah atau mengatur sekian banyak kode program.
  1. SAAS (Software As A Service)
Layanan Cloud computing dalam bentuk pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi). SAAS merupakan layanan cloud computing yang paling banyak digunakan, khususnya pengguna yang tidak terlalu mempunyai pengetahuan teknis di instalasi dan konfigurasi. SAAS biasanya berbentuk tatap muka web dengan disertai beragam aplikasi bisnis di dalamnya.
Network Layer pada WSN
Komponen di dalam intrgrasi Wireless Sensor Network ke dalam jaringan internet adalah Network Layer atau juga disebut dengan IP Layer.
Tiga Node Utama pada WSN
  1. Node Sensor
Node Sensor merupakan node yang berfungsi melakukan proses sensor terhadap lingkungan WSN untuk memperoleh sejumlah data, yang kemudian dikirimkan ke server secara online melalui internet. Setiap node memiliki perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung proses sensor.
  1. Node Router
Node Router bekerja sebagaimananya router pada jaringan komputer umumnya. Node Router berfungsi sebagai alat yang betugas untuk menentukan rute untuk mengirimkan alamat dari pengirim ke penerima atau tujuan.
  1. Node Gateway (Sink Node)
Gateway diumpamakan sebagai pintu keluar masuknya paket data dari komputer asal ke komputer tujuan maupun sebaliknya, dimana Node Gateway berfungsi sama sebagai tempat keluar masuknya paket data yang dikirimkan oleh Node Sensor dan diterima oleh server.
Arsitektur Integrasi WSN ke Internet
Untuk dapat mengitegrasikan WSN ke dalam jaringan internet, diperlukan pertimbangan di dalam mendesain arsitektur yang diterapkan, yaitu dengan menggunakan Proxy dan Router.
Proxy
Model arsitektur pertama yang dapat dipilih di dalam proses integrasi WSN ke dalam jaringan internet adalah dengan menggunakan proxy. Pemodelan ini ditujukan untuk WSN dengan kondisi tidak menggunakan IP Address. Kemudian semua node sensor di dalam WSn tersebut dihubungkan ke internet menggunakan proxy.
Router (Sink Node)
Model arsitektur kedua yang dapat dipilih di dalam proses integrasi WSN ke internet dengan kondisi menggunakan Internet Protocol (Non IP). Artinya setiap node sensor di WSN telah memiliki alamat masing-masing dalam bentuk IP Address. Dan kemudian semua node sensor tersebut dihubungkan ke internet menggunakan router.
Daftar Pustaka


Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2015. Wireless Sensor Network. Bandung: Informatika.

Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.
Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Handbook Jaringan Komputer Teori dan Praktik Berbasiskan Open Source. Bandung: Informatika.

Selasa, 13 Oktober 2015

Tutorial Instalasi Eye OS pada Linux

19.20 Posted by Kadek Meliantari No comments
Nama/NIM: Kadek Meliantari/1404505081

Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi: Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana

Mata Kuliah: Manajemen Jaringan  dan Server

Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

Eye OS merupakan sistem operasi berbasis web yang mendukung Cloud Computing, tepatnya dalam jenis layanan SAAS (Software As A Service) dan IAAS (Infrastructure As A Service). Eye OS dapat diunduh secara bebas di internet. Sebelum menginstal Eye OS, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu :

-                       -   Terinstal sistem operasi Linux ditro bebas (Linux, Mint, Debian, dll.)
-                      -    Terinstal PHP, MySQL, Javascript. Direkomendasikan menginstall XAMPP Linux untuk                     mendapatkan fitur yang lebih lengkap.
-                       -    Memiliki web browser (Firefox, Chrome, dll.)

Buka aplikasi terminal pada linux. Kemudian login sebagai root untuk mendapatkan akses superuser dengan command berikut

Pastikan file installer telah berada pada direktori home (home/user). Kemudian salin file installer ke direktori root web (umumnya /opt/lampp/htdocs/) dengan command berikut.


Pindahkan posisi direktori ke direktori root web.


Cek file pada direktori tersebut dengan command berikut.


Lakukan proses ekstraksi file installer.


Berikan hak akses tertinggi pada folder eyeOS.


Selanjutnya aktifkan layanan web server pada XAMPP.



Selanjutnya buka web browser dan ketikkan pada alamat browser localhost/eyeOS atau 127.0.0.1/eyeOS.


Anda akan langsung menuju halaman instalasi eyeOS. Masukkan password root Anda kemudian pilih bahasa dan install eyeOS.


Mulailah dengan membuat user baru dengan menekan tombol New User.


Masukkan data yang diperlukan. Kemudian Create account sehingga muncul tampilan utama dari sistem operasi eyeOS berbasis web.


Penggunaan eyeOS ini hampir sama dengan sistem operasi pada umumnya dimana terdapat aplikasi pendukung kegiatan kantor maupun pemutar media. Ada beberapa fitur tambahan dari eyeOS ini, salah satunya adalah fitur Sharing. Bukalah file manager, kemudian pilih salah satu file dan klik kanan pada file tersebut. Klik sharing dan centang publik. File akan disharing secara publik.





Daftar Pustaka

Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.

Tutorial Instalasi Wireshark pada Linux

18.59 Posted by Kadek Meliantari No comments
Nama/NIM: Kadek Meliantari/1404505081

Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi: Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana

Mata Kuliah: Manajemen Jaringan dan Server

Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

Wireshark merupakan salah satu tools atau aplikasi “Network Analyzer” atau Penganalisa Jaringan. Penganalisaan Kinerja Jaringan itu dapat melingkupi berbagai hal, mulai dari proses menangkap paket-paket data atau informasi yang berlalu-lalang dalam jaringan, sampai pada digunakan pula untuk sniffing (memperoleh informasi penting seperti password email, dll). Wireshark sendiri merupakan free tools untuk Network Analyzer yang ada saat ini. Dan tampilan dari wireshark ini sendiri terbilang sangat bersahabat dengan user karena menggunakan tampilan grafis atau GUI (Graphical User Interface). Sebelum melakukan instalasi, sebaiknya Anda telah menggunakan sistem operasi Linux distro bebas (Ubuntu, Mint, dll.). Pada tutorial kali ini, Admin menggunakan sistem operasi ElementaryOS (Ubuntu 14.04 based) dan Wireshark versi 1.99.9 yang dapat Anda unduh secara bebas di web. Berikut tahapan instalasi wireshark:
Bukalah terminal, kemudian login sebagai root untuk mendapatkan hak akses super user dengan comman berikut.

Pastikan file installer telah berada pada direktori yang telah Anda pilih. Kali ini Admin memilih direktori home/user sebagai direktori penyimpanan aplikasi. Kemudian lakukan proses ekstrak file tersebut. Jika file memiliki ekstensi .tar.bz2 maka ekstraksi dapat dilakukan dengan command berikut.

  
Setelah proses ekstrak selesai, pindahkan posisi direktori ke direktori wireshark.

Kemudian lakukan jalankan file configure pada folder wireshark untuk melakukan konfigurasi dengan command berikut.


Jalankan file install, dan tunggu proses instalasi selesai.

Lakukan konfigurasi sistem.

Kemudian jalankan aplikasi dengan command.

Maka sebuah window aplikasi wireshark akan muncul seperti di bawah ini.



Daftar Pustaka

Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Handbook Jaringan Komputer Teori dan Praktik Berbasiskan Open Source. Bandung: Informatika.


Tutorial Instalasi XAMPP pada Linux

18.48 Posted by Kadek Meliantari No comments
Nama/NIM: Kadek Meliantari/1404505081

Jurusan/Fakultas/Perguruan Tinggi: Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana

Mata Kuliah: Manajemen Jaringan dan Server

Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

XAMPP Linux merupakan salah satu aplikasi open source berupa aplikasi web server yang bersifat instan. Sesuai namanya, aplikasi ini dikhususkan untuk para pengguna sistem operasi baik Windows maupun Linux distribusi (distro) apa pun. XAMPP Linux menyediakan beberapa kemudahan kepada pengguna untuk menginstalnya secara secara mudah dan offline, tanpa perlu koneksi internet ataupun koneksi server repository. Berikut adalah tutorial instalasi XAMPP berikut:
Buka aplikasi terminal pada linux. Kemudian login sebagai root untuk mendapatkan akses superuser dengan command berikut

Pada tutorial kali ini, admin menggunakan xampp versi 5.6.12 untuk arsitektur 64 bit. Pastikan file installer telah berada pada direktori home (home/user). Kemudian berikan hak akses pada file tersebut dengan command berikut.


Jalankan proses instalasi interface GUI untuk XAMPP Linux dengan comman berikut. 
 

Kemudian muncul tampilan GUI dari installer XAMPP. Lanjutkan dengan instalasi file direktori dan layanan yang dipilih.


Tunggulah hingga proses instalasi selesai. Untuk mengaktifkan layanan web server pada XAMPP, dapat membuka terminal dengan command berikut.

 
Akan muncul beberapa baris yang menunjukkan layanan telah aktif.




Untuk membuka layanan XAMPP, bukalah web browser kemudian ketikkan alamat 127.0.0.1 atau localhost. Maka tampilan XAMPP sebagai web server akan muncul pada browser.


Daftar Pustaka

Agus Eka Pratama, S.T.,M.T, I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.